Cerita Sutarti Wardojo, guru SD Jokowi

Sutarti Wardojo, guru SD saat Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) bersekolah dulu, mengaku ingin sekali bertemu mantan wali kota Solo tersebut. Sutarti yang kini berusia 74 tahun pernah mengajar Jokowi semasa bersekolah di SD Negeri 111 Tirtoyoso, Banjarsari Solo Jawa Tengah.

Tak hanya itu, dia sering mengajar semua kelas jika guru yang lain berhalangan. Maka tak heran jika ibu yang pensiun tahun 1975 ini hafal betul dengan sifat dan karakter Jokowi. “Saya hafal betul, Pak Jokowi itu dari SD sudah punya jiwa kepemimpinan. Kalau istirahat sering memimpin teman-temannya, bermain dan mengajak kembali ke kelas, jika sudah habis waktunya. Heran saya teman-teman Jokowi itu juga nurut semua sama beliau,” ujar Sutarti kepada merdeka.com, Kamis (1/11).

Sutarti yang kini tinggal di Jalan Yosodipuro Solo tersebut mengaku sangat rindu pada Jokowi. Dirinya ingin sekali bertemu Gubernur DKI Jakarta tersebut. “Saya senang sekali kalau bisa bertemu beliau. Saya hanya ingin mengucapkan selamat jalan, selamat menjalankan tugas sebagai gubernur,” katanya. Sutarti mengatakan sewaktu Jokowi menjadi wali kota Solo, dirinya sering diundang ke Balai Kota Solo, untuk membantu penyiaran program-program pemerintah kota di RRI setempat. Selain menjadi guru, Sutarti juga menjadi penyiar free land di RRI Solo, berkat suaminya Wardoyo yang lebih dulu bekerja radio plat merah itu.

Sutarti menuturkan, Jokowi yang hampir setiap hari lewat di depan rumahnya, tak jarang membunyikan klaksonnya, atau bahkan turun dari mobil untuk sekedar menyapanya. “Beliau itu ramah dan baik sama orangtua, buktinya sama saya nggak pernah lupa,” tambahnya. Di usianya yang sudah senja, Sutarti yang masih terlihat sehat itu mengaku ingin sekali bertemu Jokowi. Dia mengaku sudah lama sekali tak bertemu. Saat Jokowi masih berada di Solo, Sutarti sudah beberapa kali ke Balai Kota, namun gagal untuk bertemu.

Selain ingin mengucapkan selamat, Sutarti juga akan memberikan doa dan beberapa nasihat. “Saya ingin menitip pesan buat pak Jokowi, agar selalu taat pada agama. Jika ingin sukses menjadi pemimpin, kuncinya hanya itu, taat pada agama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *